Aroma harum bunga menyeruak kala memasuki pasar ini. Warna-warni berbagai jenis bunga seakan memanjakan mata siapapun yang melihatnya. Memasuki kawasan ini pun seperti berwisata ke taman bunga. Lalu lalang penjual serta pembeli terlihat ramai. Tak hanya bunga yang bermacam, pedagang bunga di pasar ini pun cukup banyak. Ada yang berjualan di toko, ada pula yang berjualan di tengah-tengah pasar dengan menggunakan ember.

Salah satu pedagang bunga yang ditemui ialah Wawan. Ia mengaku telah 7 tahun berjualan bunga di pasar ini. Bunga yang dijualnya tak terlalu banyak. Ia meletakkan bungabunga yang dijualnya itu hanya di dalam ember. Meski tampilannya sederhana, hanya diselimuti kertas putih, bunga-bunga yang dijualnya terlihat cantik dan segar. Lain lagi dengan Sabar, pemilik kios Mega Phia Florist.

Walaupun di kiosnya hanya terpajang beragam rangkaian bunga, ia juga menjual hand bouqet, standing flower, dan papan ucapan duka cita atau selamat. Mengenai harga, Sabar menjual rangkaian bunganya mulai dari Rp50.000 sampai Rp750.000. Kami pun sempat menemui beberapa pembeli bunga di pasar ini.

Salah satunya ialah Ranti, 32 tahun, yang sedang memesan bunga papan sebagai ucapan pernikahan mewakili kantornya. Ia di Afianza Florist. “Saya ke sini atas rekomendasi dari teman. Harganya murah dibandingkan dengan toko bunga lainnya, bunganya juga masih segar semuanya, sih,” jawab Ranti saat ditanya mengapa membeli bunga di Pasar Bunga Rawa Belong.

SEMUA PENGECER BELI DI SINI

Tidak dapat diragukan lagi bahwa Pasar Bunga Rawa Belong memang masih menjadi “primadona” sebagai pusat dijualnya bunga potong dan bunga papan dengan harganya yang “miring” dibanding dengan pasar bunga lainnya. Bukan hanya itu, ternyata tidak hanya konsumen langsung yang datang membeli bunga. Para pengecer pun berbelanja bunga di sini. Bahkan, pedagang bunga di Kalimalang dan Tebet pun membeli stok bunganya di sini.

TAK PERNAH “TIDUR”

Pasar yang buka 24 jam ini seakan terus “sibuk” dengan segala aktivitas jual-beli bunga. Tak seperti pasar umumnya yang tutup di malam hari, Pasar Bunga Rawa Belong justru mencapai puncak keramaian di malam hari. “Saya lebih sering melayani konsumen jam 11 malam, jam 2 pagi, atau jam 4 pagi. Biasanya mereka butuh cepat, buat dipakai di siangnya,” ujar Yuli, pemilik ­Alfianza Florist.

Baca juga : untuk pemilik toko ataupun ruko sebuah usaha yang buka 24 jam nonstop tentunya membutuhkan sebuah genset sebagai sumber listrik cadangan. harga genset murah bisa dibeli di distributor jual genset 500 kva di Jakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *